Archives

gravatar

SAPI BSM TIRAKAT MANDIRI - MARET 2013

Share

Alhamdulillah Peternakan Sapi BSM (Bandung Sapi Mmooh atau Bandung Sapi Mall) Tirakat Mandiri dalam waktu 2, 3 bulan ini dapat terus mengurus dan Membesarkan berbagai sapi. Dimana Peternakan ini dikelola oleh beberapa orang yang mereka sebut sebagai komunitas BSM (Barudak Sholawat Muabbad) Tirakat Mandiri.

Sesuai dengan harapan mereka bahwa peternakan sapi ini selain sebagai PENYEMANGAT dalam mendidik RUH Berqurban (Berkorban) juga sebagai rasa Syukur atas nikmat yang telah diberikan Alloh SWT kepada Mereka yang nantinya insya Alloh dapat berbagi rasa dan berbagi nikmat dengan para Dhuafa baik Masakin atau Fuqoro. Juga Semoga semakin Eratnya, rasa kekeluargaan antara anggota Komunitas BSM khususnya dan silaturahim dengan masyarakat luas pada umumnya.

Dan berikut adalah Photo-photo dari beberapa sapi (dari jenis Limosin, Brangus, Brahman, Simental dll) yang telah dan sedang diurus di Peternakan Sapi BSM ini :




























............... Lihat Selengkapnya

gravatar

Peternakan Sapi Potong

Share

Peternakan Sapi Potong

Peternakan Sapi Potong seperti Jenis Sapi Metal, Sapi Limosin, Sapi Jawa, Sapi Brahman, Sapi Bali, dll. Memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam Beternak Sapi Potong. Adapun keterampilan yang harus ditingkatkan dalam peternakan sapi potong adalah sebagai berikut. Antara lain yaitu :
(1) Memilih bibit/bakalan peternakan Sapi Potong yang baik;
(2) Sistem pemeliharaan;
(3) Pemberian pakan yang baik;
(4) Pengawasan terhadap kesehatan ternak serta pengetahuan serta keterampilan yang tidak kalah pentingnya adalah
(5) Pengolahan/penanganan pra dan pasca panen.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berusaha peternakan sapi potong. Sarana dan Prasarana yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan adalah :

A. Lokasi.
Dalam pemilihan lokasi untuk usaha peternakan sapi potong sebaiknya jauh dari pemukiman masyarakat dan memiliki akses ke pasar serta letak dan ketinggian lokasi harus diperhatikan letak dan ketinggiannya terhadap lingkungan sekitar sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya.

B. Lahan.
Status lahan untuk peternakan sapi potong harus sesuai dengan peruntukannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

C. Penyediaan air dan alat penerangan Air.
Penyediaan air dan alat penerangan Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup, baik manusia maupun ternak untuk itu dalam penggunaan air harus memperhatikan baku mutu air yang sehat yang dapat diminum oleh manusia dan ternak serta tersedia selalu sepanjang tahun. Sediakan juga penerangan listrik yang cukup setiap saat sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya.

D. Kandang
Pembuatan kandang harus sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan dalam pemeliharaan sapi potong antara lain:
(1) Kandang penggemukan;
(2) Kandang isolasi ternak sakit;
(3) Gudang pakan dan peralatan;
(4) Unit penampungan dan pengolahan lahan.
(5) Konstruksi kandang harus kuat dan nyaman serta memiliki daya tampung dan pertukaran udara harus terjamin, lantai kandang harus kuat dan tidak licin, untuk bangunan gudang pakan harus terjamin kebersihan dan kehygienisan gudang agar pakan tetap sehat dan hygienis.

Tata letak kandang dengan bangunan lain harus memperhatikan:
1. Peternakan harus mempunyai satu pintu keluar masuk yang dilengkapi kolam desinfektan.
2. Letak kandang dan bangunan lain harus diperhatikan guna mempermudah dalam pengerjaan dan kegiatan sehari-hari.
3. Letak kandang isolasi harus di belakang dan agak jauh dari bangunan lainnya.
4. Jarak antar bangunan yang bukan kandang minimal 25 meter.
5. Bangunan untuk pekerja (tempa tinggal) serta hal-hal pekerjaan yang berhubungan dengan administratif harus terpisah dari kandang.

E. Bibit.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah sebagai berikut:
1. Bakalan sapi khusus untuk digemukkan dapat berasal dari sapi lokal/impor, serta hasil IB (Inseminasi Buatan).
2. Sapi bibit harus sehat.

F. Pakan
Dalam pemberian pakan dalam peternakan sapi potong harus memperhatikan:
1. Pakan harus baik yang berasal dari hijauan/rumput maupun pakan konsentrat/penguat yangdibuat sendiri atau dari pabrik.
2. Bahan campuran pakan harus diperoleh dari sumber yang telah mendapat izin.
3. Ransum yang digunakan tidak terkontaminasi penyakit, stimulan pertumbuhan, hormon dan bahan kimia.

G. Obat-obatan
1. Obat-obatan, bahan kimia dan bahan biologik harus menggunakan yang sudah terdaftar.
2. Penggunaan obat harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

H. Tenaga Kerja
1. Tenaga kerja harus berbadan sehat.
2. Pekerja harus disediakan perlengkepan keselatan kerja.


Proses Produksi

1. Pemilihan Bibit 
Kriteria bibit sapi bakalan yang harus dipenuhi antara lain:
    a. Bangsa sapi murni atau persilangan
    b Umur 1 – 2 tahun.
    c. Berat badan sapi lokal 100 – 150 kg dan sapi persilangan 250 – 350 kg.

2. Kandang
Kandang yang disediakan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Rencanakan terlebih dahulu jumlah kandang yang dibangun sesuai dengan jumlah dan jenis sapi yang akan dipelihara.
b. Kandang harus kuat, memenuhi syarat kesehatan, mudah dibersihkan, mempunyai drainase yang baik, siklus udara yang bebas yang dilengkapi tempat pakan dan minum sapi serta bak desinfektan.
c. Sistem kandang dibuat berkoloni/berkelompok dan setiap kelompok berisi 5 – 10 ekor sapi dengan luas ruang 10 – 20 m persegi.
d. Jarak antar kandang dan kandang lain minimal 10 m dan jarak kandang dengan tempat penampungan limbah/kotoran sapi minimal 25 m. Kandang harus selalu mendapatkan sinar matahari pagi yang masuk ke kandang.

3. Pakan
a. Pemberian pakan hijauan segar minimal 10% dari berat badan dan pakan konsentrat/penguat 0,4% dari berat badan. Pemberian pakan diberikan 2x sehari.
b. Dalam menyusun ransum agar memperhatikan keseimbangan zat-zat makanan yang dapat dicerna dalam ransum. Zat-zat makanan dasar adalah energi dan lemak, protein, mineral dan vitamin serta serat kasar.
c. Kebutuhan energi, protein dan mineral untuk penggemukan sapi potong jantan untuk tujuan d. Penanganan Hasil pemeliharaan dan pertumbuhan adalah sebagai berikut: 1. Lama/waktu penggemukan sapi potong berkisar antara 3 – 6 bulan sesuai umur dan kondisi sapi pada waktu mulai digemukkan; minimal 1 bulan terakhir sebelum dipasarkan, pemberian ransum konsentrat ditingkatkan dari pemberian biasa dan pakan hijauan dikurangi dari pemberian biasa dan pakan hijauan dikurangi dari pemberian biasa serta penggunaan antibiotik dan obat-obatan diharapkan memperhatikan waktu henti obat.

4. Pemasaran
a Dilarang memperjual belikan daging yang berasal dari sapi potong selama masa pengobatan antibiotik atau hormon untuk konsumsi manusia, kecuali ternak tersebut dipotong sesuai dengan ketentuan obat yang digunakan.
b. Sapi yang sudah siap dipasarkan harus dijaga sedemikian rupa jangan sampai sapi tersebut cedera/cacat. Bobot badan saip jual minimal sapi lokal 250 kg dan persilangan atau impor 350 kg.

5. Pengawasan
a. Sistem Pengawasan Perlu menerapkan sistyem pengawasan secara baik dan periodik dalam proses produksi untuk mengantisipasi dan mengawasi kemungkinan adanya penyakit dan kontaminasi lainnya.
b. Pencatatan Dalam pencatatan, data-data yang diperlukan adalah:

A. Data usaha sapi potong dengan sistem ranch:

(1) Populasi ternak (Induk, pejantan, anak dara dan jantan muda);
(2) Ternak betina bunting;
(3) Ternak yang lahir (jantan dan betina);
(4) Obat dan vaksin yang digunakan;
(5) Data vaksin;
(6) Data deepping;
(7) Data kematian sapi (anak, muda, induk dan pejantan);
(8) Jumlah Pekerja; (
9) Penjualan ternak.

B. Data usaha penggemukan peternakan sapi potong dengan sistem dikandangkan:

(1) Populasi ternakyang digemukkan perperiode;
(2) Obat dan vaksin yang digunakan;
(3) Feed additive (obat yang dicampurkan dalam pakan) yang digunakan;
(4) Pakan konsentrat yang diberikan perperiode;
(5) Jumlah Pekerja;
(6) Penjualan ternak perperiode.

5. Pelaporan
a. Peternakan sapi potong wajib membuat laporan dan melaporkan setiap enam bulan sekali secara berkala kepada instansi berwenang guna untuk diketahui dan pengawasan.

b. Usaha peternakan sapi potong wajib membuat laporan secara tertulis setiap 6 bulan sekali guna perbaikan dan perubahan berdasarkan laporan yang ada.

Memang tidak mudah dalam usaha peternakan sapi potong. Namun, jika kita ingin sukses dalam mendapatkan kwalitas sapi potong yang terbaik, maka tidak ada salahnya kita mencoba membukan usaha peternakan sapi potong yang baik dengan menerapkan langkah-langkah yang telah kita sebutkan diatas. Semoga informasi mengenai peternakan sapi potong ini sangat bermanfaat bagi peternak sapi potong di Indonesia.

............... Lihat Selengkapnya

gravatar

Analisis Penggemukan Sapi

Share

Penggemukan sapi potong Simmental dan Limousin





Pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan,  mulai tentang jenis sapi (ras), bentuk tubuh, umur, berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya. Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.

1. Jenis Ras dan bentuk tubuh. 
Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian) bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah  menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance  sapi itu  sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

2. Umur dan berat badan. 
Usia sapi yang ideal untuk digemukkan adalah mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak. Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit. Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya  kita akan mulai berhitung  tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan  transaksi jual beli.

3. Masa pemeliharaan. 
Sesuai pengalaman kami yang baru sedikit ini, kami menyarankan pada mitra peternak kami bahwa sapi yang akan digemukkan agar memakai mekanisme : apabila masa panen jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya. Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini  biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red). muncul satu pertanyaan yang menggelitik; lebih untung pola yang mana?

4. Perhitungan harga. 
Sapi untuk pemeliharaan jangka menengah (k.l 250 hari) dengan berat di bawah 300 kg rata-rata  masih belum dapat mencapai rendemen karkas lebih dari 49%. Sehingga apabila ingin dijual, pembeli barunya biasanya masih akan meneruskan penggemukannya lagi.Jika kita analisa, sapi F1 umur 5-8 bulan harga pasaran rata-rata per mei 2009 adalah 7,5-10 juta dengan bobot 250-325 kg. Kita ambil tengah-tengahnya saja lalu kita konversikan dengan harga timbang hidup jatuhnya sekitar Rp.31.000;/kg timbang di pasar. Kenapa seperti itu ??? sapi dengan berat 380-525 kg seharga Rp.24.000/kg (sesuai harga loco di farm kami) adalah untuk kriteria jenis BAKALAN. Jadi di spek ini kita sudah mulai dapat mengukur standar perhitungan baik umur sapinya, prosentase rendemen karkasnya (berat daging tulang), capaian bobot maksimal, sampai dengan masa panennya. Beda halnya dengan berat 300kg ke bawah; karena itu masih tergolong jenis BIBIT.Jadi sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dengan kepuasan dan jatuh hati sang pembeli. Maka disitulah kita baru dapatkan harga umum dan rata-rata kepantasan transaksi di pasar ataupun di peternak yag ketemunya ternyata di harga Rp.31.000.Kita tentu belum dapat mengukur standarisasi, berapa nanti capaian berat maksimal dan waktu panennya apalagi berapa rendemen karkasnya.Lain daripada itu, sistem pasar peternakan kita malah sudah tidak ada lagi sertifikasi /surat keterangan bibit saat sapi dijual yang berbeda saat zaman orde baru dulu, ironi memang.sehingga kita pasti akan kesulitan mencari blood link sapi, alamat peternak apalagi cara perawatan dan ransumnya.Kecuali kalau sapi tersebut kita beli langsung di breeder.
Sedikit analogi: apakah anda mampu menaksir berapa ton padi  dalam 1hektar yang akan anda panen saat umur benih baru ditancapkan 15 hari atau sebulan sekalipun? bagaimana dengan resiko hama, kelangkaan pupuk dan pengairannya? apakah anda bisa pastikan akan menuai panennya? ini analogy untuk BIBIT.

Nah sekarang, kesulitankah  anda memprediksi, berapa ton gabah yang akan anda dapatkan saat padi anda telah berbulir siap menguning? ini kiasan untuk BAKALAN, kalaupun panen anda akhirnya kurang maksimal masihlah kita dapatkan gabah meski rendah mutu dan tidak banyak jumlahnya.Taruh kata untuk bibit yang beratnya dibawah 300 kg kalau selama dipelihara sapi tadi mencapai bobot 600kg (adakah jaminan????) maka akan diperoleh pendapatan sbb; 600 kg X Rp.24.000/kg (harga siap potong) : Rp. 14.400.000; – Rp. 9.300.000( harga bakalan) = Rp.5.100.000 selama l.k.250 hari.  Bandingkan dengan pola 100 hari, disini apabila  anda  membeli bakalan,bobotnya rata-rata 430kg komposisi mix F1 dan F2. harga dasarnyapun  masih logis di banding pola jangka panjang. Analisanya sebagai berikut : 430 kg X Rp.24.000 = Rp.10.300.000; Masa pemelihara 100 hari dicapai berat  560 kg (banyak yang menjamin..) dengan ADG 1,3kg X Rp.24.000; akan didapat penghasilan = Rp.13.440.000 – Rp.10.300.000 (modal pembelian) keuntungannya : Rp.3.100.000 selama 100 hari. Maka dalam 1 tahun kita akan dapat panen 3 kali.
Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental, limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi’ul Akhir. Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan. Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya. Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.

Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami. Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi  untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.

Semoga bermanfaat.
Sumber : lembusora.com
............... Lihat Selengkapnya

gravatar

Sapi BSM Tirakat Mandiri Terbaru

Share

















............... Lihat Selengkapnya

gravatar

Macam-macam sapi potong

Share

Macam-macam sapi potong


1.BRAHMAN:sapi ini berasal dari india,namun banyak dikembangkan di Amerika,yang masuk ke Indonesia adalah dari Amerika.Bobot jantan maksimum 800kg dan betina 550kg.

 

2.LIMOUSINE:merupakan keturunan sapi Eropa yang berkembang diPerancis,sapi ini merajai di pasar-pasar sapiIndonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan,harganya mahal karena pertumbuhan badanya bisa mencapai 1,1kg per hari.



3.CHAROLAIS:sapi jenis ini juga di kembangkan di negara Perancis,warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut,sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional.Pertumbuhan badannya perhari bisa mencapai 1,3kg.

 

4.HEREFORD:sapi ini juga merupakan sapi keturunan Eropa yang dikembangkan di Inggris,berat jantan rata-rata 900kg dan betina 725kg.

 

5.SHORTHORN:sapi jenis ini sama dengan hereford dan juga dikembangkan di negara Inggris bobot jantan rata-rata 1100kg dan betina 850kg.

 

6.SIMMENTAL:sapi ini berasal dari lembah Simme negara Switzerland,tapi banyak dikembangkan di Australia dan SelandiaBaru,bobot jantan rata-rata 1100kg dan betina 800kg,sapi jenis ini banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional.

 

7.ABERDEN ANGUS:sapi ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru,tapi awal mulanya berasal dari Skotlandia,bobot jantan rata-rata 900kg dan betina 700kg.

 


8.BRANGUS:sapi ini adalah persilangan betina Brahman dan pejantan Aberden Angus.

 

9.SANTA GERTRUDIS:sapi ini adalah hasil persilangan antara pejantan Brahman dan betina shorthorn di kembangkan pertama kali di King Ranch Texas Amerika serikat tahun 1943 dan masuk Indonesia mulai tahun 1973,bobot jantan rata-rata 900kg dan betina 725kg.

 

10.DROUGHMASTER:merupakan persilangan antara betina brahman dan pejantan shorthorn,dikembangkan di Australia dan jarang sekali kita jumpai di Indonesia.




Lihat Juga Jenis dan Macam Sapi DISINI !
Photo Berbagai Sapi bisa dilihat DISINI !
............... Lihat Selengkapnya

Join Us

Iklan Populer

SAPI BSM UNGGULAN